Seni Biografi
"KAKA KELAS"
Dia adalah seorang remaja perempuan yang kuat dan baik hati dia adalah temanku dari sejak SMK namanya Ika,biasanya saya memanggilnya kak Ika karena ia adalah kelas saya, yang memiliki nama panjang Ika Herlina, dia dilahirkan dilahirkan di Padang pada 12 Maret 2001 ia merupakan anak pasangan dari Marlina dan Hendrik ,Orang tua kak Ika sudah terpisah Sejak Kak Ika masih kecil dan kak Ika memutuskan untuk ikut ayahnya dan posisi sekarang beralamat JL.KH.abdul Wahab nomor .130 Cengkareng,duri Kosambi Jakarta pusat. Ika Herlina adalah anak ke-2 dari 5 bersaudara, dengan paras yang begitu cantik hidung mancung dan rambut lurus, dan lebih tinggi dariku.
Kak Ika menghabiskan masa kecil Padang sebelum pindah ke ke Jakarta di usianya yang ke-5 tahun ia melanjutkan sekolah SD di Jakarta dan kemudian memutuskan untuk pindah ke Pontianak Ia meneruskan bersekolah di SD negeri 27 Pontianak timur ketika memasuki sekolah dasar ia merasa sangat asing karena murid pindahan dari Jakarta karna merasa diasingkan oleh teman barunya Kak Ika pada waktu itu kerap sekali minder dan menyendiri,dan pada akhirnya lama lama ada teman yang mendekatinya sama sama untuk bermain, senang sekali bisa berkenalan dengan banyak teman baru 6 tahun iya melalui suka duka bersama keluarganya sangat bersyukur ia bisa mengenal mereka sahabat SD ku.
Kemudian kak Ika melanjutkan kan sekolah di SMP negeri 4 Pontianak timur pada masa SMP,kak Ika sangat terpuruk dengan kelakuan ayahnya dirumah yang selalu marah marah gak jelas denganya,metalnya sangat tertekan pada masa itu ,karna harus mengurus dua laki-laki adik kandungnya yang umurnya masih sangat kecil ,Setiap bangun tidur tidak ada makanan sarapan Siap saji seperti kelaurga harmonis lainya yang dimasakan ibunya ,berbeda dengan nasib kak Ika ,Ia bangun pagi harus bergegas ke sekolah tanpa sarapan dan ia harus menahan lapar saat disekolah ,dengan berbekal uang jajan seadanya.meskipun keada'an gak adil baginya akan tetapi untuk belajar kak Ika pantang menyerah ia ,ketika masa kak Ika naik ke 9 dan di tempatkan di kelas B kak Ika sangat senang sekali karna dikelas B ,terkenal anak anak yang pintar,dan pada itu kak Ika sangat giat belajar dan dapat kecapaian yang begitu luar biasa Kak Ika mendapatkan peringkat 9 besar kategori anak yang cerdas dan pandai,dengan mendapat info bahwa dapat Rangking ia bergegas pulang untuk memberi tau ayahnya,akan tetapi sangat mengecewakan ayahnya sama sekali tidak memberikan apresiasi apapun kepadanya,dan acuh tak acuh dengan kak Ika,dan pada akhirnya kak Ika kembali untuk bergegas mengurus adik adik laki lakinya ,dari Masak,nyuci baju,nyapu rumah,ngepel ia lakukan karna kak Ika disini sebagai kakak dan harus mengurusi adik adiknya itu,waktu telah berlalu momen indah bersama teman SMP,di kelas 7,8,9 .
Lalu Ika melanjutkan studi sekolah menengah atas atau SMK negeri 7 Pontianak timur kak Ika dulunya perempuan yang sangat nakal dan susah untuk dinasehati dan pada masa itu kak Ika ada sahabat SMK dengan beda jurusan yaitu RPL(Rekayasa Perangkat Lunak),dikelas ini kak Ika sangat akbrab dengan temanya ini yaitu sebut saja namanya Ega Safitri ,biasa disebut Ega,nah Ega ini dikelas sangat aktif dan juga terkenal nakal,Ia sering mengajak temanya untuk ngetrip jalan jalan setiap liburan semester biasa ke pantai,air terjun,dan lain sebagainya,kak Ika diajak olehnya,dan merasa sangat senang sekali pada waktu itu bisa ngetrip Sama mereka dan bisa mengenal banyak teman teman dikelas Ega, hingga pada akhirnya ia merasa bosan dengan semua kenakalannya itu di SMK ini telah ia mendapatkan teman yaitu Dika ia seorang aktifis anak laki laki yang sangat aktif dan juga terkenal pinter dan Hambel,yang membawa hanya untuk mengambil hidayah dengan cara mengajak organisasi rohis hingga akhirnya ia aktif rohis hingga lulus SMK senang sekali untuk memperdalam ilmu agama serta mengamalkannya indah sekali setiap bertemu dengan teman-teman Raisa apalagi setiap mentoring
Pada masa itu banyak kajian kajian Islam yang diselenggarakan di Pontianak dan kak Ika sering ikut mentoring,untuk memperdalam ilmu ,dan kak Ika kerap sekali memakai cadar untuk mengikuti kajian tersebut,akan tetapi disini ayahnya melarang lantaran perubahan kak Ika yang menggunakan gamis dan hijab panjang setiap hari sesekali menggunakan cadar,ayah kak Ika pikir ini terlalu berlebihan takut anaknya masuk dalam aliran yang salah yaitu bid'ah dan setiap kak Ika ingin pergi kajian pastinya akan dilarang dan ayahnya menyuruhnya untuk diam dirumah mengurusi adik-adiknya dan memberesi rumah,Kak Ika sangat sedih dia berfikir selama ini menjadi Boneka ayahnya yang siap diperintah kapan pun...
Selepas itu,Setelah lulus beberapa bulan kak Ika melanjutkan Studi di perguruan tinggi yaitu Universitas Tanjung Pura karna melihat sebelumnya pada masa SMK mengambil jurusan Akuntansi dan kak Ika telah gagal untuk memahami dan mempelajari akhirnya kak Ika memilih untuk mengambil kebahasa'an,kehutanan,dan Hukum tapi ditolak pada masa Tes Sbmptan dan mandiri,dan pada akhirnya kak Ika bingung untuk lanjutkan studi dimana pada masa itu ada temen rekomendasi'in untuk masuk IAIN Institut Agama Islam Negeri Pontianak lewat tes ngambil jurusan psikologi ,karna kata guru ruang lingkup kerja masih luas Sehingga pada akhirnya kak Ika lolos seleksi di tes mandiri ,kak Ika sangat seneng sekali pada masa itu dan mulai giat belajar dari yang tidak tahu kak Ika terus belajar ,karna di IAIN Pontianak ini Ialah institut Yang memperdalam Ilmu Agama,baik dari fiqih,bahasa Arab,ukumul Qur'an dan Alhamdulillah Dosen di IAIN sangat sangat menginpirasi dan membuat Kak Ika teruss belajar
Dan Disuatu ketika denger Ayahnya menikah lagi dengan orang non muslim,dan membawa istiri barunya kerumah,kak Ika sangat diasingkan oleh ayahnya baik dari ibu tirinya yang tidak pernah perhatian dengan kak Ika,yang membuat kak Ika sangat sangat tertekan dengan semua keada'an dirumahnya akhirnya kak Ika memutuskan untuk berhenti kuliah pada semester 2 karena ada masalah dengan keluarganya disini Ika Herlina adalah anak dari broken home iya memutuskan untuk ikut ayahnya di Pontianak akan tetapi semua berubah ketika ayahnya menikah lagi dengan perempuan lain ia sangat kecewa perlakuan ayahnya yang sangat kasar dan pada akhirnya ia memutuskan untuk ikut ibunya ke Jakarta
Ketika sampai di Jakarta ibu kak Ika sangat senang atas kedatangan kak Ika,karna 12 tahun tidak bertemu ibunya dan mengajak untuk tinggal bersama dengan ibunya,berbeda dengan sebelumnya kak Ika sangat mendalami Ilmu agama,beda kak Ika tinggal di Jakarta yang semeraut,kota besar yang sangat padat penduduk dan mayoritas anak -anak remaja disana mementing gaya hidup,dibandingkan kebutuhan hidup,dan sangat jarang sekali sekitar lingkunganya mengajarkan untuk mendalami agama,sehingga kak Ika perlahan lahan melepas hijab dan hidup biasa biasa saja .
Kak Ika ikut kerja ibunya di Perusahan konveksi baju ,terus melanjutkan kerja tata busana dan menjadi admin di Park hotel,hrapan kak Ika bisa mengumpulkan uang sebanyak banyaknya karna kak Ika masih tetap ingin melanjutkan kuliahnya dan sukses diusia mudadan cita-cita Ika Herlina adalah menjadi seseorang yang bisa membahagiakan orang tuanya dan bisa melanjutkan study kuliahnya.
